Negara Adi Daya Tertinggi Kasus Positif Covid-19, New York Terparah

Pekerja Medis di New York City
Seorang Pekerja Medis tiba di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City, AS, (Foto: Reuters)

Terkini.id, New York – Presiden AS telah mengeluarkan kebijakan federal untuk menangani wabah, seperti Undang-Undang Stafford, yang memungkinkan pemerintah AS untuk mengelontorkan puluhan miliar dolar untuk bantuan darurat.

Trump juga telah mengajukan Undang-Undang Produksi Pertahanan, yang akan memungkinkannya untuk menasionalisasi manufaktur guna menghasilkan pasokan medis.

Saat ini sekitar 7.000 orang telah meninggal di Amerika Serikat akibat virus Corona yang mewabah di negara Paman Sam itu.

Korban tewas telah meningkat enam kali lipat dalam delapan hari terakhir dan sekarang melebihi jumlah orang yang diketahui meninggal akibat virus yang bersumber dari Cina daratan tempat pandemi dimulai pada bulan Desember.

Para Gubernur di negara adi daya ini mencari ventilator yang langka di seluruh negara bagian dan meminta penduduknya untuk tinggal di rumah.

Dengan tingkat infeksi yang diperkirakan akan terus meningkat, pusat-pusat pelayanan publik diubah menjadi tempat pelayanan medis sementara.

New York Time melansir, setidaknya 272.502 orang telah terpapar positif Covid-19 di setiap negara bagian, dan New York terbanyak ditambah Washington dan empat wilayah lainnya, telah dites positif terkena virus, Jumat (03 April 2020).

Jumlah kasus positif di Amerika Serikat diawal bulan Maret hanya tercatat 70 kasus positif Corona.

Namun di awal April ini kasusnya menjadi ratusan ribu, hal ini disebabkan banyaknya warga Amerika yang melancong ke luar negeri dan kembali ke negaranya dengan membawa virus mematikan tersebut.

Ketika jumlah kasus yang diketahui mencapai ratusan, lalu ribuan, kemudian ratusan ribu, kehidupan di seluruh negeri berubah secara tiba-tiba.

Beberapa negara bagian telah memberi tahu orang-orang yang datang dari tempat lain untuk mengkarantina diri mereka sendiri.

Yang lain telah memperingatkan bahwa jeda dalam kehidupan publik kemungkinan akan berlangsung berminggu-minggu lebih lama, dan bahwa pandemi terburuk masih akan datang.

The New York Times terlibat dalam upaya komprehensif untuk melacak rincian setiap kasus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, mengumpulkan informasi dari pejabat federal, negara bagian, dan lokal sepanjang waktu.

Angka-angka terus diperbarui beberapa kali sehari berdasarkan informasi terbaru yang dikumpulkan oleh para jurnalisnya.

Korban tewas di New York akibat Corona melebihi 2.900 orang, terbanyak dari seluruh negara bagian Amerika Serikat dan sekitar 102.000 orang telah terpapar positif Covid-19.

Gubernur negara bagian New York, Andrew M. Cuomo, memerintahkan untuk menutup pusat-pusat bisnis di New York serta mendesak para pensiunan dokter untuk kembali bekerja dan meminta bantuan federal dalam membuat lebih banyak peralatan rumah sakit.

“Kami kehilangan orang setiap hari,” kata Walikota Bill de Blasio dari New York City.

Meskipun New York negara bagian yang terbanyak terpapar positif Corona, negara-negara bagian di Timur Laut juga mengalami peningkatan kasus yang sama dengan sangat cepat.

Seperti New Jersey memiliki jumlah kasus terbanyak kedua di negara ini.

Di Massachusetts, ribuan sekarang terinfeksi. Di Connecticut, lebih dari 100 orang telah meninggal.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Seekor Sapi di Polman Berkaki Lima dan Berkelamin Ganda Hebohkan Warga

Sutinah Suhardi Paparkan Program Unggulannya di Hadapan Emak-emak

Awali Agenda Pjs Bupati, Abdul Wahab Sambangi KPU Mamuju

Sosialisasi Kartu Mamuju Keren, Kampanye Perdana Tina-Ado Terkonsentrasi di Dua Kecamatan

Aliansi Petani Sawit Sulbar dan HMI Manakarra Gelar Aksi Unjuk Rasa Menuntut Perusahaan Kelapa Sawit Bayar TBS Sesuai Penetapan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar